WAKTU REPUBLIKA – Pontianak – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas distribusi energi dan memastikan penyaluran subsidi BBM berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran. Senin (25/5/26)
Menangapi video yang beredar di media sosial terkait penyimpangan distribusi subsidi BBM di wilayah Kalimantan Barat, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat melakukan investigasi bersama pihak terkait guna menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga tidak akan mengganggu segala bentuk pelanggaran dalam proses distribusi BBM, khususnya subsidi BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat.
“Apabila terbukti terdapat pelanggaran, awak mobil tangki (AMT) yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan perusahaan. Selain itu, Pertamina juga akan menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan transportir yang menaungi kendaraan tersebut,” tegas Edi.
Pertamina juga berkoordinasi dan melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum guna mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan setiap perselisihan akan diproses secara serius. Distribusi BBM merupakan layanan publik yang harus dijalankan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan sesuai tujuanannya,” lanjutnya.
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan penyaluran BBM di wilayah Kalimantan Barat tetap berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penguatan pengawasan distribusi juga terus dilakukan melalui koordinasi bersama aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta penerapan Program Subsidi Tepat menggunakan QR Code.
Pertamina Patra Niaga turut mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pengawasan distribusi BBM serta mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya, serta selalu konfirmasi yang diterima melalui sumber resmi.
Sementara itu, di tempat terpisah, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, M. Fadlan, menyampaikan bahwa tim Pertamina telah turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki video viral tersebut.
“Kalau terbukti dan ada unsur pidananya akan diserahkan ke polisi. Kalau SPBU-nya terlibat, kita akan tindak tegas,” ungkapnya.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang menampilkan dugaan pembongkaran BBM dari mobil tangki merah putih ke mobil tangki biru di kawasan organisasi yang sepi. Dalam video tersebut tampak area sekitar hanya dipenuhi pepohonan.
BBM tersebut diduga akan dijual kembali ke pihak lain dengan harga industri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, BBM disebut-sebut berkaitan dengan seorang pengusaha tempat hiburan malam berinisial AT.
Namun demikian, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum ada keterangan resmi dari pihak yang berwenang terkait keterlibatan pihak tertentu.* (imas)






















