Beranda Daerah Penumpang Perempuan asal Kubu Raya di turunkan dari pesawat Batik Air, karena...

Penumpang Perempuan asal Kubu Raya di turunkan dari pesawat Batik Air, karena candaan

137
0

Seorang wanita bernama Femmy (FA), warga Komplek Griya Husada Sui Raya Dalam, Kecamatan Sui Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, harus diturunkan dari pesawat Batik Air setelah bercanda membawa bom atom.

Candaan tersebut membuat penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bandara Sam Ratulangi Manado tertunda pada Selasa (14/4). Akibatnya, penumpang lain marah karena terlambat melanjutkan perjalanan.

Insiden ini terjadi saat FA sedang bersiap naik ke pesawat Batik ir. Saat itu, ia bercanda dengan mengatakan dirinya membawa bom atom. Mendengar pernyataan tersebut, petugas langsung bertindak cepat dengan meminta FA mengemaskan barang-barangnya dan keluar dari pesawat. Pramugari yang menangani situasi itu menyampaikan bahwa candaan semacam itu sangat berbahaya dan tidak pantas dilakukan.

“Saya diberitahu kalau bercanda seperti itu tidak boleh ya ibu karena sangat berbahaya,” ujar pramugari dalam video yang viral di media sosial.

Penumpang lain tampak kesal dengan ulah FA. Salah satu penumpang bahkan mengeluh, “Gara-gara dia ini kita jadi terlambat.” Video insiden tersebut kemudian menyebar luas di grup-grup WhatsApp dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Setelah dievakuasi dari pesawat, FA dibawa ke Polsek Bandara Soekarno-Hatta untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah dipastikan bahwa tidak ada bom atau ancaman serius, polisi melepaskannya. Namun, tindakannya tetap mendapat kecaman dari masyarakat.

Melalui akun Facebook-nya, @Femmy Londok, pada Sabtu (19/4), FA menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia mengakui kesalahannya dan menjelaskan bahwa ucapan itu hanya sebuah kekhilafan tanpa maksud menimbulkan keresahan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kehilafan saya mengucapkan bom atom dalam perjalanan yang akan berangkat dari Jakarta ke Manado,” tulisnya.

Femmy juga mengimbau agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua orang untuk berhati-hati dalam berbicara di tempat umum. “Sebagai manusia biasa, saya menyadari betul kesalahan dan kekhilafan bisa terjadi tanpa disadari. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tambahnya. Sumber – Pontianakpost.jawapos.com