PONTIANAK – REPUBLIKA TIMES – MBG (Makanan Bergizi Gratis) merupakan salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto. Namun, dalam perjalannannya banyak hal yang mesti dibenahi, mulai dari menu MB, jumlah penerima manfaat MBG, hingga pihak pengelola MBG.
Menurut Ketua Umum LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia), Burhanuddin Abdullah, hingga saat ini banyak kasus yang terjadi dalam distribusi MBG, diantaranya sering terjadinya keracunan makanan, menu yang kurang standar, penempatan lokasi dan pendataan jumlah siswa yang masih kurang akurat, pembagian makanan ke siswa yang masih belum tepat.
“Bila hal ini tidak segera dibenahi maka dikwatirkan akan berdampak buruk bagi kelangsungan program ini, khususnya di Kalbar”, ungkap Burhanuddin.
“Untuk Kalbar, saya akan fokus memantau perkembangan dan pelaksanaan MBG. Dan akan membuat penilaian atas kinerja MBG Kalbar yang nantinya akan didiskusikan di pusat” jelas Burhanuddin yang juga relawan Prabowo Subianto dan Ketua Pro Garda Indonesia Bersatu Provinsi Kalbar.
Burhanuddin berharap dalam pelaksanaan MBG, khususnya regional Kalbar, melakukan pengawasan yang sangat ketat pada pihak penyedia MBG. Untuk tahun 2026 ini, Burhanuddin memastikan bahwa LAKI Kalbar, MCI (Media Centre Indonesia) Kalbar, dan Progib akan keliling ke seluruh wilayah Kalbar mengawasi pelaksanaan MBG agar tidak ada celah korupsi.(MCI)





















