REPUBLIKA TIMES – Pontianak – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis rangkaian indikator strategis terbaru yang menggambarkan kondisi ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan transportasi di wilayah Kalbar pada Oktober–November 2025.
Inflasi November 2025 Terkendali
Inflasi year-on-year Kalbar pada November 2025 tercatat 2,04 persen. Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 2,70 persen.
NTP dan NTUP Mengalami Penurunan
Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2025 berada di angka 170,66 poin atau turun 1,58 persen dari bulan sebelumnya. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga turun 1,18 persen menjadi 175,19 poin.
Ekspor Melesat, Impor Melemah
Kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan pergerakan positif. Ekspor Oktober 2025 mencapai US$115,60 juta, melonjak 27,12 persen dibanding September 2025. Sebaliknya, impor turun menjadi US$85,38 juta atau melemah 6,43 persen. Surplus neraca perdagangan mencapai US$30,22 juta, naik signifikan 9.848,39 persen.
Hunian Hotel Menurun
Sektor pariwisata mencatat penurunan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang Oktober 2025 berada pada 52,03 persen, turun secara tahunan maupun bulanan.
Penerbangan Naik, Penumpang Laut Menyusut
Mobilitas transportasi menunjukkan tren bervariasi. Penumpang angkutan udara dalam negeri yang datang mencapai 101.814 orang atau naik 8,84 persen. Sementara penumpang angkutan laut menurun 33,41 persen menjadi 4.793 orang.
Melalui rilis ini, BPS Kalimantan Barat menegaskan pentingnya pemantauan indikator ekonomi dan mobilitas untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat dan responsif di daerah.





















