REPUBLIKA TIMES – KUBU RAYA – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya masa bhakti 2026–2030 resmi dikukuhkan dan dilantik oleh KONI Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (18/6/2026). Prosesi pelantikan ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya beserta jajaran terkait.
Usai pelantikan, Ketua Umum KONI Kabupaten Kubu Raya, Zulkarnain, menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan signifikan pada prestasi olahraga di daerahnya. Berkaca pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 lalu, Kabupaten Kubu Raya harus puas berada di peringkat ke-8 dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
”Untuk di tahun 2026 ini, karena pelaksanaan Porprov sudah di depan mata dan tinggal beberapa bulan lagi, kami mempunyai target yang jelas yaitu minimal masuk tiga besar dalam perolehan medali,” ujar Zulkarnain saat diwawancarai oleh awak media.
Zulkarnain menambahkan bahwa target lonjakan dari peringkat ke-8 menuju tiga besar ini tentu bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja keras serta kekompakan dari seluruh jajaran pengurus KONI Kubu Raya. Ia bahkan sempat melontarkan pernyataan tegas sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas visi misinya.
”Saya sampaikan dalam sambutan pelantikan tadi, jika target tiga besar ini tidak tercapai, ya sudah kita bubarkan saja KONI Kubu Raya. Bahkan tadi Pak Bupati juga sempat menyampaikan tantangan agar kita bisa menembus dua besar,” tambahnya dengan nada optimis.
Fokus pada Cabor Unggulan Bela Diri dan Sinergitas Multipihak
Untuk merealisasikan target besar tersebut, KONI Kubu Raya akan memprioritaskan pemetaan terhadap cabang olahraga (cabor) yang berpotensi mendulang banyak medali emas, terutama pada sektor bela diri. Beberapa cabor yang telah diinventarisasi dan menjadi andalan di antaranya adalah Pencak Silat, Tarung Derajat, Karate, hingga Taekwondo.
Zulkarnain menyadari bahwa pencapaian prestasi memerlukan kolaborasi yang solid, tidak hanya di internal pengurus melainkan juga dengan mitra luar. KONI Kubu Raya berkomitmen untuk membangun sinergi dengan pihak swasta, pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Kubu Raya, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) selaku mitra kerja utama.
Membangun Semangat Gotong Royong dalam Pembinaan Atlet
Terkait strategi pembinaan atlet ke depan, Zulkarnain mengharapkan adanya perubahan paradigma agar para atlet dan pengurus tidak melulu terpaku atau pasif karena alasan keterbatasan anggaran. Menurutnya, motivasi dan semangat gotong royong harus ditanamkan sejak dini dalam proses latihan.
”Teman-teman harus mulai belajar membangun semangat gotong royong. Jangan sampai kalau ada uang baru latihan, kalau tidak ada uang tidak latihan. Semangat dan kesadaran mandiri ini yang harus kita bangun,” tegasnya.
Terkait dengan apresiasi atau bonus bagi atlet yang berprestasi, Zulkarnain mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Namun, ia mengingatkan bahwa bonus tersebut hanyalah sebuah bentuk penghargaan akhir, sementara fokus utama tetap pada proses perjuangan meraih medali emas.
”Kami sangat mengapresiasi dukungan moral maupun anggaran dari Kepala Daerah. Namun, kita tahu bahwa untuk meraih medali emas itu perlu kerja keras, latihan, waktu, dan biaya yang tinggi. Jadi wajar jika pemerintah daerah memberikan apresiasi atas prestasi anak-anak kita,” pungkasnya.



