REPUBLIKA TIMES – SINTANG – Polsek Kelam Permai terus menggerakkan program ketahanan pangan dengan mengembangkan budidaya jagung hibrida. Kapolsek Kelam Permai, IPTU Modetus Edi Damianus, menyebutkan setiap Polsek ditargetkan menanam minimal empat hektar. Hingga kini, total lahan yang sudah ditanam mencapai lebih dari enam hektar, termasuk tiga hektar yang sedang dalam proses tanam di Desa Banding Panjang dan Desa Kemaraya.
“Kami tidak hanya mengajak masyarakat, tetapi juga ikut turun langsung menanam. Harapannya, ini dapat memotivasi warga agar memanfaatkan lahan kosong,” kata Edi.
Awalnya, program ini menemui tantangan karena masyarakat lebih terbiasa menanam sayur dan jagung manis. Namun melalui edukasi dan dukungan tokoh masyarakat serta pemerintah desa, warga mulai tertarik mencoba jagung hibrida meski dalam skala kecil.
Polsek Kelam Permai telah tiga kali melakukan panen di lokasi berbeda. Mereka juga menggandeng perusahaan lewat program CSR untuk ikut berpartisipasi. Namun hasil panen masih belum maksimal akibat perawatan yang belum optimal.
Untuk lahan percontohan, Polsek memberikan perhatian intensif, termasuk menggunakan 385 karung pupuk kohe ayam. PPL dari Dinas Pertanian turut mendampingi memberikan bimbingan teknis. Meski demikian, bantuan pupuk dari pemerintah masih terbatas sehingga sebagian besar kebutuhan pupuk dipenuhi secara mandiri.
Edi menambahkan, pihaknya terus mendorong perusahaan agar menyalurkan dana CSR untuk mendukung ketahanan pangan. “Jika lahan dikelola dengan baik dan pemupukan dilakukan sesuai anjuran, hasilnya pasti memuaskan. Jagung bisa jadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat semakin serius menggarap lahan jagung sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.





















